Aku sedang berusaha menyadari sesuatu
tentang betapa anehnya waktu

bahwa waktu bukanlah seperti penggaris panjang
dimana kau bisa berjalan mundur
dan menemukan kembali masa-masa dulu

bahwa waktu bukanlah seperti jarum jam
dimana kau bisa memutarnya kebelakang
untuk kembali ke masa-masa lalu

aku menghadapi waktu yang memiliki wajah berbeda-beda
setiap hari, setiap jam, setiap detiknya
persis seperti lemabaran-lemabaran kertas
dimana kau mendapatkan episode hidup yang berbeda di tiap halamannya

tak bisa mundur ke belakang untuk kembali ke halaman sebelumnya
karena kau perlu susah payah untuk membaliknya
dan betapapun kau melangkah mundur, takkan kau temui waktu yang sama

semua yang terjadi tersimpan dalam deretan dimensi waktu
tersimpan dalam setiap lembarnya
tersimpan dalam setiap barisnya
tersimpan dalam setiap titik-titiknya

dalam bentuk kenangan yang duduk anggun dalam rongga cache-nya
dan kita tak kan bisa kembali
karena kita berlari berkejaran dengan dimensi
meninggalkan dimensi demi dimensi dalam setiap detik

namun setiap dimensi yang tercipta, tak kan pernah hilang
hingga isaac newton baru menciptakan mesin waktu untuk kita
agar bisa berlari mendahului dimensi
berlari kebelakang
dan menemukan kenangan itu masih tersenyum menyambut kita