
baru dua tahun saya tinggal di jakarta, dan selama itulah kendaraan "pribadi" saya adalah trans jakarta, atau lebih terkenal dengan nama busway. saya senang dengan adanya busway, kans saya kesasar di ruwetnya jakarta jadi berkurang. bus-nya berAC, kalau jalan sering di setel-in lagu-lagu gaul jaman sekarang, bayar 3500 rupiah udah bisa kemana-mana. gimana nggak enak??
tapi akhir-akhir ini busway nggak senyaman yang saya rasakan dua tahun lalu. mungkin karena semakin banyak orang yang menyadari enaknya naik busway. semakin banyyaaaaakkkkk orang yang naik busway, mungkin itu salah satu tujuan bapak gubernur jakarta mengadakan busway dahulu kala. tapi masalahnya jumlah busway sudah tidak mencukupi lagi,, ibarat yang mau numpang udah kabanyakan tapi kendaraannya itu-itu saja.
menyebalkan sekali ketika saya harus menunggu busway sejam berdiri di pintu busway tapi buswaynya nggak datang-datang, sementara di pintu busway belakang saya si busway udah ganti-ganti lima kali. bikin gondok juga kan?
lain hal, udah nunggu lama-lama, eh yang datang busway penuh gila!! udah gitu masih di paksain muat orang lagi,, yang baru masuk di dorong-dorong, padahal yang di dalem udah berasa jadi pepes ikan.
saya pikir-pikir kasihan juga jadi kenek busway, serba salah sekarang jadinya. gara-gara busway semakin banyak orang biadap, belum lagi busway yang dicela-cela gara-gara bikin "macet".
beberapa minggu yang lalu saya naik busway dari bundaran HI ke harmoni, dan karena sedang ada festival buat ultah jakarta, semua orang tumpah ruah ke jalan-jalan, busway macet, penuh sesak, dan belum lagi yang mau naik juga bejibun banyaknya.
saya satu jam lebih berdiri menunggu busway yang selalu saja penuh.
supaya teratur petugas (kenek) busway menyuruh agar yang mau keluar busway di dahulukan (dan memang begitu aturan daru jaman dulu kala),, ehh... orang-orang nggak ada yang ngalah, saya berusaha minggir biar yang di dalam busway bisa keluar, tapi malah ada seorang bapak-bapak baru datang nyerobot ke samping saya, terus memaksa masuk ke dalam busway dengan mendorong seorang ibu-ibu sampai jatuh!!!
sungguh waktu itu rasanya saya ingin menendang bapak-bapak itu sampai keluar dari busway dan jatuh ke jalanan!!!
dan petugas itupun marah, tapi anehnya yang dimarahi justru orang-orang lain yang belum bisa naik busway (dan itu berarti saya juga kena!)
mungkin gara-gara seringnya ha ini terjadi, petugas busway sekarang jadi GALAK-GALAK, beberapa hari kemudian saya naik busway lagi, karena dari cempaka mas ada 2 jalur di pintu sama (harmoni dan tomang), akhirnya saya bertanya "mas, ini yang ke harmoni bukan? mas???"
dan mas-mas busway itu membentak saya juga orang-orang lain yang bertanya juga!! mungkin dia pikir saya mau menyerobot masuk seperti bapak-bapak kurang ajar tidak beretika tadi.
saya sungguh kasihan dengan petugas busway, beban stresnya banyak! harus mengatur orang-orang sebegitu banyaknya, apalagi kalau bertemu yang seenaknya sendiri
mungkin sebaiknya orang-orang tak beretika yang seenaknya sendiri itu di beri pulau sendiri untuk tinggal,,di nusa kambangan sana...
jadi sebenarnya, busway itu sebaiknya ada apa tidak ada??
4 komentar:
wah wah...
padahal idenya busway udah bagus. Maunya mengurangi kendaraan pribadi kan?
Memang harus ditambah armadanya. Jangan hilang lagi. Kan transportasi umum harus tetap diperjuangkan supaya yang namanya jalan raya itu bisa makin nyaman.
Saya jadi ingat di Singapura (wah, sori sori, ngga bermaksud membandingkan. Tapi mau tak mau kita harus melihat yang lebih baik agar kita juga bisa jadi lebih baik, ya ngga?). Di Singapura kan bus-busnya udah bisa jalan dengan baik. Juga, orang2nya lebih suka naik transportasi umum dibandingkan kendaraan pribadi. Makanya jalanan cenderung lancar.
Di Jakarta udah diusahakan seperti itu. Orang2 juga udah mulai bergerak budayanya ke arah situ. Tinggal dilanjutin ajah. Tambah armada. Tambah terminal kalo perlu.
Nah, tu, suarain aja ke Walikota Jakarta :P
pengennya sih mas..., tapi di busway nggak ada kotak dan saran, adanya telepon pengaduan,, mau koresponden ama pak fauzi bowo, nah aku jg bukan warga jakarta... ntar malah ribet urusannya.. hehehe...
Busway aja koordinasinya blum matang, mau nambah monorail jugaa...
piye to ibukota bangsaku iki...
begitulah bay,, ide2nya selalu keren, mencontoh yang lebih baik, tapi yang ini aja belum di "follow up" dengan baik...
gerah juga kadang2 denger petinggi2 di atas sudah mengajukan ide2 yang lain2 lagi....hmmm..
:merenung:
Posting Komentar