Dahulu kala ada seorang guru pendeta tua yang terkenal akan kebijaksanaanya, beliau memiliki sepuluh orang murid. Suatu hari sang pendeta ingin mengajarkan suatu hal kepada sepuluh muridnya.
Sang pendeta menyediakan sekeranjang buah tomat merah yang masak-masak, kesepuluh murid itu diminta untuk mengambil buah tomat itu sesuai dengan jumlah orang yang mereka benci. Ada yang mengambil sepuluh buah tomat, ada yang mengambil lima buah tomat, ada yang mengambil dua buah tomat, ada juga yang tak mengambil tomat samasekali.
Sang pendeta menyuruh kesepuluh muridnya untuk menjaga dan membawa buah-buah tomat mereka kemanapun mereka pergi.
Lama kelamaan buah-buah tomat itu menjadi busuk, murid-murid itu mulai membuang tomat-tomat mereka satu persatu, tapi sebagai gantinya murid-murid itu juga harus membuang kebencian dalam hati mereka sebanyak tomat yang mereka buang.
Pada akhirnya semua tomat busuk itupun dibuang, tapi mereka semua juga bahagia, karena mereka tak hanya sekedar membuang tomat, karena mereka telah membuang kebencian...

-Anonim-

kisah ini gue baca waktu SMA, gw lupa darimana gue ngambil artikel ini, tapi yang pasti maknanya jauh lebih penting daripada darimana kita mengambilnya...