Entah apa ini sebuah perumpamaan
tapi kami ini laron-laron hitam
kami tak punya makna, nama
antara ada dan tiada
kami terbangun kala hujan mendera
dan mengoyak ranjang kami lalu pergi
kami ini laron-laron hitam tak bermakna, tak bernama
tapi kami tak memilih pergi
kami tak diperlakukan bak putri raja
tak merebah di kasur-kasur bulu angsa
tapi kami tak memilih pergi
dalam bantalan tanah kami berpikir
apa makna yang diselipkan Tuhan dalam tubuh dan pikiran kami??
lebah-lebah mencibir
mereka yang lebih kaya, lebih cantik, dan lebih berkuasa
mereka yang di elu oleh tetua, oleh sang guru
mereka, mereka, mereka...
mengapa tak derakan saja lampunya hingga pecah?
mengapa tak matikan saja musiknya sampai hancur?
bosan kami dengan gemerlap, tak ingin lagi peduli
kami ini laron-laron hitam tak bernama,
tapi kini kami punya makna
karena Dia takkan mencipta kami dengan sia-sia
jalan terlalu panjang dalam waktu kami yang sekejab
mungkin kini kami tak lagi searah
tapi kami tak menodakan hati,
kala kami terbangun lagi nanti
kami akan menjadi kupu-kupu putih dengan waktu yang lebih panjang
untuk tak mendustakan laron
yang pernah menjelma kami dalam satu masa
(1 juni 2007)
tapi kami ini laron-laron hitam
kami tak punya makna, nama
antara ada dan tiada
kami terbangun kala hujan mendera
dan mengoyak ranjang kami lalu pergi
kami ini laron-laron hitam tak bermakna, tak bernama
tapi kami tak memilih pergi
kami tak diperlakukan bak putri raja
tak merebah di kasur-kasur bulu angsa
tapi kami tak memilih pergi
dalam bantalan tanah kami berpikir
apa makna yang diselipkan Tuhan dalam tubuh dan pikiran kami??
lebah-lebah mencibir
mereka yang lebih kaya, lebih cantik, dan lebih berkuasa
mereka yang di elu oleh tetua, oleh sang guru
mereka, mereka, mereka...
mengapa tak derakan saja lampunya hingga pecah?
mengapa tak matikan saja musiknya sampai hancur?
bosan kami dengan gemerlap, tak ingin lagi peduli
kami ini laron-laron hitam tak bernama,
tapi kini kami punya makna
karena Dia takkan mencipta kami dengan sia-sia
jalan terlalu panjang dalam waktu kami yang sekejab
mungkin kini kami tak lagi searah
tapi kami tak menodakan hati,
kala kami terbangun lagi nanti
kami akan menjadi kupu-kupu putih dengan waktu yang lebih panjang
untuk tak mendustakan laron
yang pernah menjelma kami dalam satu masa
(1 juni 2007)

0 komentar:
Posting Komentar