Ngemeng doank

is just a drop by story, while we are busy of our journey never end...

The Power of Envy

Berhari-hari saya tidak bisa menulis, bukan dikarenakan jari saya patah atau hal-hal teknis lainnya, tapi lebih pada.... tidak ada hal yang ingin saya ceritakan
kemudian setelah berhibernasi selama hampir 14 jam, entah darimana kalimat itu muncul, dari mimpi ataukah artikel sebelum saya tidur, yang pasti kata-kata itu muncul:

The Power Of Envy

saya menuliskan kalimat itu dalam status facebook, tapi tak menemukan komentar satupun dari teman-teman saya, jadi saya mencoba untuk men-googled nya.
tak menyangka banyak sekali halaman yang muncul, yaitu 9,010,000 halaman!! Akhirnya saya membuka link halaman pertama yang muncul, silakan dilihat disini.

Envy atau Jealousy
atau menurut para ulama indonesia, Iri hati atau dengki. adalah hal atau sifat yang bersifat negatif dan harus dihindari. Tapi pernahkah kita berpikir bahwa bagimanapun juga Envy itu adalah bagian dari hidup?? bahwa kita tak pernah bisa benar-benar lepas dari Envy itu sendiri??

Envy hadir dalam setiap aspek hidup, sekolah, kuliah, pekerjaan, keluarga, teman, romantika. Selama kita masih bersentuhan dengan aspek-aspek itu, kita tak pernah lepas dari Envy itu sendiri.
Envy memiliki Power yang sangat amat kuat. Bahkan Envy bisa merubah sifat asli seseorang, bila orang itu tidak bisa mengendalikan Jealousy yang ada dalam dirinya.
Alangkah sayangnya bila kita harus menghilangkan Power kuat dari Envy?? hal yang dapat dimungkinkan terjadi adalah How to Deal with It. Bagaimana kita bisa berdamai dengan Iri hati dan Dengki. Bagaimana kita menyalurkan Power envy untuk hal-hal positif.

misalnya:
ketika seseorang mengendarai Lamborghini yang sangat kita idamkan, kita merasa jengkel dan iri kepadanya. Muncullah Power of Envy, dan yang perlu kita lakukan adalah menyalurkan kekuatan dasyat itu untuk melakukan hal-hal lain, seperti belajar dan bekerja dengan tujuan suatu hari tiba saatnya kita mengendarai Lamborghini yang sama ^.^


hows that sound?? :)


ada yang inget nggak lagu menabung, kalau nggak salah ada liriknya yang begini:

"dang ding dung, yukk kita nabung"
bener nggak??
well, dahulu kala sewaktu lagu itu muncul pertama kali dan saya masih kecil, lagu itu adalah lagu yang sangat inspiring bagi hidup saya, saya mendedikasikan hidup saya untuk menabung, dari tabungan ayam-ayaman (dari small size sampai big size), lalu menabung di tas boneka bebek (yang saya ingat sekali warnanya kuning dengan mulut dan dasi kupu-kupu berwarna merah, iya teman, boneka bebeknya berdasi kupu-kupu!!), hingga pada saat kelas 5-6 SD saya dibuatkan sebuah rekening bank dengan nama saya sendiri di BRI cabang desa... (tabungan pertama hanya Rp20.000, hahaha)
menabung pangkal kaya adalah motto hidup saya ketika kelas 6 SD

namun....
sekarang, saya hanya merasa adalah menabung, bukan untuk menjadi kaya...., menabung adalah salah satu cara kita untuk melepas tanggung jawab dari mengelola keuangan.

dalam kepala saya di usia 20 tahun, 8 tahun kemudian sejak saya membuat rekening bank saya pertam kali, adalah:

apakah kita akan kaya dengan "menganggurkan" uang di bank???